• MTs Negeri 5 Tangerang
  • TAAT BERAGAMA, CERDAS, MANDIRI

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan dan Google Form dalam Program MST (Matsalita Smart Track) sebagai Inovasi Penilaian Formatif Nirkos di MTsN 5 Tangerang .

Oleh : Guntur Gunawan, M.Pd

Perkembangan teknologi digital menuntut madrasah untuk beradaptasi dengan pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. Namun, keterbatasan dana sering menjadi kendala utama. MTsN 5 Tangerang menjawab tantangan tersebut dengan menghadirkan MST (Matsalita Smart Track), program penilaian formatif berbasis kecerdasan buatan (AI) dan Google Form yang dijalankan tanpa biaya (nirkos). Program ini bertujuan menumbuhkan budaya berpikir tingkat tinggi (HOTS) di kalangan peserta didik, sekaligus mengoptimalkan kolaborasi guru melalui sistem digital sederhana, efisien, dan gratis.
Madrasah di era kini dihadapkan pada tantangan besar: menyiapkan generasi yang kritis, kreatif, dan literat digital, namun sering dibatasi sarana dan anggaran. MTsN 5 Tangerang berani berinovasi dengan konsep “zero budget innovation”, yaitu inovasi tanpa biaya tambahan. Dari gagasan ini lahirlah MST, sistem evaluasi formatif mingguan lintas mata pelajaran yang mengasah kemampuan analitis peserta didik. Program ini memanfaatkan dua alat utama: AI untuk pembuatan soal dan Google Form untuk pelaksanaan serta pelaporan hasil.


Kecerdasan buatan membantu guru menyusun soal berbasis HOTS, menyesuaikan konteks, serta menilai tingkat kesulitan dan kejelasan bahasa. Guru dapat menggunakan platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Copilot atau DeepSeek untuk memperkaya variasi pertanyaan dan stimulus. Setelah soal disusun, Google Form menjadi wadah pelaksanaan ujian. Formulir digital ini memudahkan guru dalam mengumpulkan hasil, menganalisis jawaban, dan menampilkan skor otomatis. Data tersimpan secara real time di Google Sheet sehingga guru bisa segera melihat tren capaian dan kebutuhan tindak lanjut pembelajaran. Dengan sistem ini, seluruh proses penilaian menjadi digital, efisien, dan transparan tanpa mengeluarkan biaya apa pun.
Melalui MST, guru tidak lagi bekerja sendiri dalam menyusun dan menilai soal. Mereka berkolaborasi membuat bank soal bersama, berdiskusi tentang kualitas butir soal, dan saling belajar penggunaan AI. Kolaborasi ini menumbuhkan semangat komunitas guru pembelajar yang aktif dan produktif. MST mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan reflektif. Setiap minggu mereka berlatih menghadapi soal analisis dan evaluasi dari berbagai mata pelajaran. Proses ini menumbuhkan habit of thinking, bukan sekadar menghafal. Siswa mulai menyukai tantangan karena format ujian lebih interaktif dan cepat memberikan umpan balik. Semua hasil tes otomatis direkap di Google Sheet, lengkap dengan analisis tingkat kesulitan dan tren hasil belajar. Guru dapat menggunakan data ini untuk menentukan program remedial dan pengayaan secara tepat sasaran. BK dan wali kelas juga dapat memantau kemajuan siswa dengan mudah. Seluruh pelaksanaan MST berjalan tanpa biaya — tidak memerlukan server, aplikasi berbayar, atau lisensi khusus. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi bukan soal dana, tetapi kemauan untuk beradaptasi.
MST menghadirkan pembaruan dalam tiga aspek penting: Teknologi Gratis (Zero Cost Edutech): memaksimalkan platform digital gratis untuk sistem evaluasi modern. Asesmen Formatif Berbasis HOTS: membiasakan peserta didik berpikir kritis dan kreatif secara berkelanjutan. Kolaborasi Komunitas Madrasah: melibatkan seluruh guru dan siswa dalam ekosistem pembelajaran digital yang kolaboratif.


MST bukan sekadar sistem penilaian, melainkan gerakan perubahan budaya belajar di madrasah. Program ini membuktikan bahwa madrasah bisa bertransformasi menjadi lembaga pendidikan digital yang mandiri dan inovatif, meski dengan sumber daya terbatas. Guru menjadi agen perubahan yang memanfaatkan teknologi untuk memberdayakan, bukan membebani. Sementara siswa belajar memantau kemajuan dirinya sendiri dan bertanggung jawab terhadap proses belajar. Melalui MST, MTsN 5 Tangerang menunjukkan bahwa inovasi besar bisa lahir dari semangat kolaborasi dan kreativitas sederhana. Program ini menjadi inspirasi bagi madrasah lain untuk berani berinovasi, beradaptasi, dan menumbuhkan budaya literasi digital tanpa batas biaya. “Ketika guru bersatu dan teknologi dimanfaatkan dengan bijak, madrasah menjadi tempat lahirnya generasi pembelajar yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.” Wallahu a'lam bishawab. (66)

Komentar

Masyaa Allah luar biasa

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Penerimaan Santri Baru (Asrama) Dibuka Kembali

Kabar baik bagi para calon santri dan orang tua! Pesantren Tahfidz Qur'an MTs Negeri 5 Tangerang kembali membuka Penerimaan Santri Baru (PSB) Gelombang 2 Tahun 2026. Pendaftaran dibuka

12/03/2026 08:13 - Oleh Administrator - Dilihat 391 kali
Sembilan Peserta Didik MTsN 5 Tangerang Lolos Seleksi MAN Insan Cendekia

Tangerang — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh peserta didik kelas IX dari MTsN 5 Tangerang. Sebanyak sembilan peserta didik berhasil lolos seleksi masuk MAN Insan Cendekia

08/03/2026 10:36 - Oleh Humas - Dilihat 444 kali
MTsN 5 Tangerang laksanakan kegiatan Geber BBM di Masjid Nurul Iman, Cijantra.

Dalam rangka menyukseskan program Gerakan Bersama (Geber) Bersih-Bersih Masjid (BBM) 2026 yang diinisiasi Kementerian Agama Republik Indonesia, keluarga besar MTsN 5 Tangerang turut amb

16/02/2026 12:22 - Oleh Humas - Dilihat 192 kali
P5RA MTsN 5 TANGERANG BERJALAN SUKSES DAN MERIAH.

Tangerang — Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan dan Lil ‘Alamin (P5RA) di MTsN 5 Tangerang berlangsung pada tanggal 09–13 Februari 2026. Kegiatan ini

13/02/2026 16:44 - Oleh Humas - Dilihat 250 kali
MTsN 5 Tangerang Resmi Launching Penerimaan Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027

  Tangerang — MTsN 5 Tangerang secara resmi melaksanakan Launching Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini

09/02/2026 09:57 - Oleh Administrator - Dilihat 1044 kali